Mengenal Jenis Pesantren: Salafiyah, Khalafiyah, dan Komprehensif
DOI:
https://doi.org/10.64506/sfgngk18Keywords:
Pesantren, Salafiyah, Khalafiyah, Komperhensif.Abstract
Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang didirikan dan berkembang dalam konteks masyarakat Islam, berperan aktif dalam upaya mencerdaskan umat. Institusi ini memainkan peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Secara historis, pola pendekatan pesantren terhadap masyarakat melalui cara yang akrab dan mendalam. Tradisi yang mengakar telah memajukan pesantren merujuk pada sebuah sistem pendidikan yang fleksibel dan memiliki cakupan yang luas, melampaui sekadar batas-batas institusi Pesantren itu sendiri. Salah satu ciri Khas Pesantren adalah kedekatannya dengan masyarakat sekitar. Pesantren memiliki pengaruh yang signifikan dalam pendidikan di Indonesia, dengan Pesantren ini mengimplementasikan tiga sistem pendidikan: Salafiyah, Khalafiyah, dan Komprehensif. Sistem Salafiyah menekankan pengajaran ilmu agama Islam melalui kajian kitab klasik dengan metode bandongan, sorogan, dan hafalan. Tujuannya adalah untuk melahirkan ulama yang menguasai warisan intelektual Islam klasik. Sementara itu, sistem Khalafiyah menggabungkan kurikulum agama dengan kurikulum umum melalui metode seperti kuliah, diskusi, dan pemanfaatan teknologi, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan agama dan umum yang seimbang. Sistem Komprehensif, yang merupakan kombinasi antara Salafiyah dan Khalafiyah, bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menguasai pengetahuan agama, umum, dan keterampilan hidup dengan mengintegrasikan ilmu agama dan umum serta keterampilan wirausaha. Keragaman sistem ini mencerminkan upaya pesantren untuk menghadapi tantangan zaman dengan mendidik lulusan yang berkualitas, kompetitif, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam menghadapi perubahan global. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang perbedaan antara ketiga jenis pesantren tersebut dalam hal kurikulum, metode pembelajaran, dan hasil yang diharapkan bagi para santri. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa setiap jenis pesantren memiliki keunikan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini merupakan acuan yang dapat menghasilkan dan menjadi panduan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat untuk memilih jenis pesantren yang tepat untuk pengembangan pendidikan di Indonesia
References
Dhofier, Zamakhsyari. 1982. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Arifin, Anwar. 2013. Sejarah Pesantren di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.
George, A. L., & Bennett, A. (2008). Case Studies and Theory Development in the Social Sciences. MIT Press.
Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Thousand Oaks: Sage.
Madjid, Nurcholish. 1997. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.
Nasir, Ahmad. 2016. Metode Pengajaran di Pesantren. Bandung: Pustaka Setia.
Rahardjo, Dawam. 1999. Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES.
Zainuddin, Muhammad. 2015. Pesantren dalam Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zed, M. (2004). Metodologi penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Zuhdi, Muhammad. 2009. Islam dan Pendidikan Modern di Indonesia: Perkembangan Pemikiran dan Institusi. Jakarta: Kencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sudarsono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Nusantara Journal Of Islamic Studies © 2021 by STAI Cendekia Insani is licensed under CC BY-SA 4.0





