Analisis Yuridis Keterlibatan Wali dalam Perkawinan Khitbah Modern: Antara Otentisitas dan Perlindungan Hak Perempuan

Authors

  • Saiq Somadi STAI Cendekia Insani Situbondo Author

DOI:

https://doi.org/10.64506/fwjr1746

Keywords:

digital khitbah, marriage guardian, classical fiqh, national law, maqashid syariah, women's protection, digital evidence

Abstract

Transformasi digital dalam praktik khitbah di Indonesia memunculkan tantangan baru dalam menjamin otentisitas akad nikah dan perlindungan hak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum keterlibatan wali dalam khitbah digital, serta menilai implikasi regulatif dan normatif terhadap keabsahan akad dan keadilan gender. Konteks penelitian berangkat dari ketegangan antara norma fiqh klasik yang menuntut kehadiran fisik wali dan praktik kontemporer yang mengakomodasi representasi wali melalui media digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif normatif dengan analisis dokumen hukum, putusan pengadilan agama, dan studi literatur terkait maqashid syariah, hukum positif, serta praktik digital. Penelitian ini juga membandingkan hasil dengan studi-studi sebelumnya untuk mengidentifikasi kesenjangan dan peluang harmonisasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan wali dalam khitbah digital masih berada dalam wilayah abu-abu secara yuridis, dan belum ada pedoman interpretatif baku yang menjamin konsistensi antar yurisdiksi. Bukti digital mulai diakui, namun belum sepenuhnya terstandarisasi. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman teknis nasional yang mengatur verifikasi identitas wali, persetujuan digital yang sah, serta dokumentasi saksi yang dapat diterima secara hukum. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya reformasi kebijakan yang mengintegrasikan maqashid syariah, kepastian hukum, dan perlindungan hak perempuan dalam era digital

References

Aditya, M., & Fathullah, F. (2023). Konsep Wali Nikah Dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Menurut Pandangan Ulama’ Hanafiyah Dan Syafi’iyah. JPMH, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.55210/jpmh.v1i1.283

Afroo, F. A., Vratiwi, S., Wialdi, P. F., & Slipilia, I. (2025). Peran Dan Legalitas Wali Hakim Dalam Pernikahan Mualaf Menurut Hukum Keluarga Islam. Maqashid, 8(1), 29–40. https://doi.org/10.35897/maqashid.v8i1.1879

Andriawan, M. P. & Sainun. (2024). Praktik Taukil Wali Kepada Kiai Adat: Tinjauan Sosiologi Hukum. Intizar, 30(1). https://doi.org/10.19109/intizar.v30i1.22710

Arianto, D. D., & Ponimin, P. (2025). Representasi Pasar Terapung Lok Baintan Dalam Karya Lukis Tekstur. Jolla Journal of Language Literature and Arts, 5(6), 710–727. https://doi.org/10.17977/um064v5i62025p710-727

Athifah, N. A., & Khuluq, A. H. (2023). Implementasi Hak Dan Kewajiban Suami Istri Terhadap Pernikahan Jarak Jauh. Sangaji Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum, 213–231. https://doi.org/10.52266/sangaji.v7i2.1830

Barkah, Q., Royhan, M., & azhari, A. a. A. (2024). Kedudukan Wali Nikah Dalam the Moroccan Family Code/Moudawana. JSLS, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.61994/jsls.v2i1.421

Busahwi, B., Abdillah, K., & Umam, H. (2021). Status Wali Washi Dalam Pernikahan Perspektif Imam Malik Dan Imam Syafi’i. Syaksia Jurnal Hukum Perdata Islam, 22(1), 67–84. https://doi.org/10.37035/syakhsia.v22i1.4876

Daud, F. K., & Sururuie, R. W. (2021). Otoritas Wali Nikah Dalam Islam: Analisis Perkawinan Tanpa Wali Di Indonesia Perspektif Fiqh Dan Hukum Positif. Akademika, 15(2). https://doi.org/10.30736/adk.v15i2.544

Edi, R. N., AS, S. S., & Muslim, M. (2024). Akad Nikah Melalui Visualisasi Media Komunikasi Online Video Call Dalam Pandangan Bahtsul Masa’il Nu Dan Majelis Tarjih Muhammadiyah Lampung. Mua, 3(1), 1. https://doi.org/10.29300/mua.v3i1.4908

Fatmasari, E. R., & Bashori, Y. A. (2023). Menelisik Maqashid Syariah Atas Kebijakan KUA Terhadap Wali Nikah Perempuan Yang Lahir Kurang Dari 6 Bulan. Al-Syakhsiyyah Journal of Law & Family Studies, 4(2), 204. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v4i2.5181

Gani, B. A., & Nisrina, N. (2020). Keengganan Pasangan Suami Istri Dalam Melakukan Itsbat Nikah (Studi Kasus Di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya). Media Syari Ah Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 20(1), 1. https://doi.org/10.22373/jms.v20i1.6505

Hanna, S., Aji, A. M., Tholabi, A., & Amin, M. (2024). Woman and Fatwa: An Analytical Study of MUI’s Fatwa on Women’s Health and Beauty. Ahkam Jurnal Ilmu Syariah, 24(1), 171–184. https://doi.org/10.15408/ajis.v24i1.37832

Hayati, S. M., Khitam, H., Erfan, Z., & Amini, A. (2024). Religious Tradition and Technology: Debate Among Penghulus About Online Marriage Law in Banjarmasin. Journal of Islamic Law, 5(1), 105–124. https://doi.org/10.24260/jil.v5i1.2187

Jalil, H., & Wirnanda, T. (2020). Wali Nikah Fasik (Studi Perbandingan Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i). Media Syari Ah Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 22(1), 82. https://doi.org/10.22373/jms.v22i1.6533

Jamaa, L. (2018). Fatwas of the Indonesian Council of Ulama and Its Contributions to the Development of Contemporary Islamic Law in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 8(1), 29. https://doi.org/10.18326/ijims.v8i1.29-56

Lingga, A., Badar, A., & Affan, S. (2024). Pandangan Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Tentang Wali Nikah Berhalangan Hadir Taukil Wali Menggunakan Media Digital. Aladalah, 3(1), 224–234. https://doi.org/10.59246/aladalah.v3i1.1172

Mutakin, A. & Isroiliyah. (2024). Kontroversi Wali Mujbir Dalam Kasus Pernikahan Dini Di Indonesia. Ijijel, 2(4), 1740–1754. https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i4.714

NAILA, S., ZAID, A., AZZAHRA, F. H., & FADILLAH, R. (2024). Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah. Ierj, 2(2), 631–641. https://doi.org/10.62976/ierj.v2i2.522

Novianti, L. (2021). Politik Hukum Indonesia Yang Berkaitan Dengan Statuta Roma Dalam Penegakkan Pelanggaran Hak Minoritas. Khazanah Hukum, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.8759

Nur, A. (2023). Kafa’ah Dalam Pernikahan Dalam Perspektif Syekh H. Nuruzzahri Yahya. Jurnal Al-Mizan, 10(2), 169–193. https://doi.org/10.54621/jiam.v10i2.726

Nurullah, A. R., Amalia, L. S., Agusman, B., & Fadillah, R. (2024). Praktek Akad Nikah Online Menurut Akademisi Fiqih Di UIN Antasari Banjarmasin. Ierj, 2(2), 588–602. https://doi.org/10.62976/ierj.v2i2.513

Rahmia, M., Hidayatullah, S., & Kusumawati, Y. (2023). Tinjauan Fiqh Munakahat Dan Kompilasi Hukum Islam Tentang Kawin Lari. Nalar, 1(1), 58–65. https://doi.org/10.61461/nlr.v1i1.21

Riani, K. A., Aufa, R. M., & Hafidzi, A. (2025). Implikasi Hukum Teknologi Digital Terhadap Institusi Perkawinan: Pernikahan Virtual, Aset Digital Dalam Harta Bersama, Dan Cyber Divorce. Ijijel, 3(2), 1680–1694. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1158

Rohman, M. (2025). Implikasi Hukum Pernikahan Online (Virtual Marriage) Terhadap Keabsahan Dan Akibat Hukumnya Dalam Perspektif Fiqh Dan Regulasi Di Indonesia. Masadir Jurnal Hukum Islam, 5(01), 1050–1073. https://doi.org/10.33754/masadir.v5i01.1656

Solahudin. (2023). Analisis Hukum Pernikahan Menggunakan Wali Hakim Persfektif Hukum Islam Dan Kompilasi Hukum Islam. As-Sakinah, 1(1), 79–88. https://doi.org/10.51729/sakinah11133

Suarajana, S., Muzawir, M., Hartawan, H., & Wildan, W. (2023). Perpindahan Wali Nasab Kepada Wali Hakim Menurut Hukum Islam. Ab, 3(2), 53–60. https://doi.org/10.59259/ab.v3i2.73

Wijaya, H. T. (2020). Keabsahan Perkawinan Jarak Jauh Dengan Akad Nikah Melalui Alat Komunikasi Smartphone. Jurnal Hukum Magnum Opus, 3(1), 93–101. https://doi.org/10.30996/jhmo.v3i1.3083

Yuda, S. D., Solihin, M., Murtado, D., Rudiana, R., Subqi, A., & Suhayati, I. (2023). Navigating Awareness: Factors Influencing Students’ Perception of Maritime Environmental Issues in Islamic Education. Iop Conference Series Earth and Environmental Science, 1265(1), 012005. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1265/1/012005

Downloads

Published

2025-09-15

Issue

Section

Articles